Daftar isi

Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Tuesday, 5 August 2014

PROSES PEMBENTUKAN URINE



Proses pembentukan urine dilalui dari penyaringan darah hingga terbentuk urine meliputi Tahap-tahap pembentukan urine ialah penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengumpulan(augmentasi). 


1). Penyaringan (filtrasi) 
Proses pembentukan urine itu terjadi didaaerah yang banyak mengandung zat sisa metabolisme masuk ke dalam ginjal melalu pembuluh arteri ginjal ( arteri renalis). cairan tubuh keluar dari pembuluh arteri dan masuk ke dalam badan Malpighi. Membran glomerulus dan kapsul Browman bersifat permeabel terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil sehingga dapat menyaring molekul-molekul besar. Hasilnya saringan (filtrat) dari glomerulus dan kapsul Browan disebut filtrat glomerulus atau urine primer. Dalam Urine primer masih terdapat air, glukosa, asam amino, dan garam mineral.

2). Penyerapan Kembali (Reabsopsi) 
Proses pembentukan urine terjadi pula di Tahap Reabsoprsi terjadi di tubulus kontortus proksimal. Hampir emua gula, vitamin, asam amino, ion dan air diserap kembali. zat-zat masih bergna tadi dimasukkan kembali ke dalam pembuluh darah yang terdapat di sekitar tubulus. Hasilnya reabsorpsi berupa filtrat tubulus urine atau urine sekunder. Urine sekunder mengandung air, garam urea, dan pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urine.

3). Augmentasi
Di tubulus kontortus distal, beberap zatsisa seperti asam urat, ion hidrogen, amonia, kreatin, dan beberapa obat ditambahkan ke dalam urine sekunder sehingga 5tubuh terbebas dari zat-zat berbahaya. Urine sekunder telah ditambahkan dengan berbagai zat disebut urine. Kemudian, urine disalurkan melalui tubulu skolektivus ke rongga ginjal. Dari rongga ginal,urin menuju kekantung kemih melalui saluran ginjal (ureter).
Jika kantung kemih telah penuh dengan urine, kantong kemih akan tertekan. kemudian dinding otot kantong kemih meregang sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Selanjutnya, urine keluar melalui saluran kencing (uretra).

Monday, 4 August 2014

SEJARAH WALI SONGO DI INDONESIA

    Penyebar Islam yang terkenal di Indonesia, khususnya Jawa, disebut Wali Sanga. Wali ini merupakan adalah dewan mubalig di Jawa yang berbasis di Demak sebagai pusat kegiatan politik dan agama Islam. Tiap wali tersebut pernah menjadi imam pada waktu shalat berjamaah di Masjid Agung Demak. Apabila salah satu anggota dewan wali ini wafat, ia akan digantikan oleh wali lainnya berdasarkan musyawarah. Tiap-tiap wali dan panggantinya mempunyai tugas penyiaran agamá Islam di Pulau Jawa. Mereka dipanggil dengan sebutan “sunan”, yang berasal dan kata “susuhunan”, kata bagi orang yang terpandang di masyarakat.

Para Wali-wali Yang ada di indonesia 

KISAH PARA WALI SONGO. LENGKAP.

a. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibra him

                      Maulana Malik Ibrahim berasal dan Persia (Iran), kemudian berkedudukan di Gresik, Jawa Timur, dan dikenal sebagai Susuhunan atau Sunan Gresik, meninggal pada 1419 M. Ia yang diduga menyebarkan Islam di Jawa ketika Majapahit masih memerintah. Ia dikenal dengan nama Maulana Magribi/Syekh
Magribi karena diduga berasal dan Magnibi, Afrika Utara. Diperkirakan Sunan Gresik lahir sekitar pertengahan tahun 1350. Setelah dewasa ia menikah dengan seorang putri bangsawan ternama Dewi Candrawulan, putri pertama Ratu Campa yang telah menganut Islam (isteni Raja Brawijaya V Majapahit). Dakwahnya yang simpatik dan anif menyebabkan penduduk lebih cepat menerima Islam.


b. Sunan Ampel atau Raden Rahmat

                     Sunan Ampel (Ngampel), berkedudukan di Ampel Denta di Gin, dekat Surabaya; dan dikabarkan berasal dan Campa, Vietnam (sama dengan ibunya Raden Patah). Nama aslinya adalah Raden Rahmat,
putra Maulana Malik Ibrahim dan Dewi Candrawulan. Raden Rahmat dikenal sebagai perencana pertama kerajaan Islam di Jawa dan penerus cita-cita serta perjuangan ayahnya dan mendirikan pesantren di Ampel Denta di Jawa Timur. Ia berhasil mendidik para pemuda Islam untuk menjadi tenaga dai atau ahli kotbah (mubalig) yang akan disebar ke seluruh Jawa. Di antara pemuda yang dididik adalah Raden Paku (Sunan Gin), Raden Fatah (Sultan Demak), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syanifuddi (Sunan Drajat), serta Maulana Ishak yang pernah diutus mengislamkan rakyat di daerah Blambangan. Sunan Ampel cukup berpengaruh di kalangan istana Majapahit, bahkan isterinya pun berasal dan kalangan istana. Ia
tercatat sebagai peletak dasar penyebaran politik Islam ke Nusantara. Ia juga ikut andil dalam mendirikan Masjid Agung Demak tahun 1479 bersama wali-wali yang lain. Pada awal islamisasi di Jawa, Sunan Ampel menginginkan agar masyarakat menganut keyakinan yang murni. Ia tidak setuju kebiasaan masyarakat Jawa, seperti kenduri, selamatan, sesajen, dan sebagainya tetap hidup dalam Islam. Namun, wali-wali yang
lain berpendapat, untuk sementara kebiasaan tersebut dibiarkan saja karena masyarakat sulk meninggalkannya secara serentak. Akhirnya Sunan Ampel setuju. Ia juga menyetujui ketika Sunan
Kalijaga
dalam usaha menarik penganut Hindu dan Buddha, mengusulkan agar adat-istiadat Jawa dibeni warna Islam. Namun Sunan Ampel tetap khawatir adat-istiadat dan berbagai upacara ritual Islam kelak menjadi bid’ah. Sunan Ampel wafat tahun 1481 dan dimakamkan di Sunabaya.


c. Sunan Bonang

Nama aslinya Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Arti makhdum adalah ulama besar yang harus dihormati. Ia putra Sunan Ampel dan perkawinannya dengan Dewi Candrawati. Sunan ini berkedudukan di Bonang, dekat Tuban. Sunan Bonang dianggap sebagai pencipta gending untuk mengembangkan ajaran Islam di pesisir utara Jawa Timur. Setelah belajar Islam di Pasai (Aceh) ia kembali ke Tuban, Jawa Timur untuk mendirikan pondok pesantren. Santri-santri yang belajar kepadanya datang dan
berbagai pelosok Nusantara. Dalam menyebarkan agama Islam selalu menyesuaikan din dengan corak kebudayaan Jawa. Ta menggunakan pertunjukan wayang sebagai media dakwahnya. Lagu gamelan wayang berisikan pesan-pesan ajaran agama Islam. Setiap bait diselingi ucapan syahadatain (ucapan dua kalimat syahadat). Kemudian dikenal dengan istilah sekatenan Dalam kegiatan dakwahnya Sunan Bonang menjadikan pesantrennya sebagai basis pendidikan agama Islam secara khusus dan mendalam. Catatan pendidikannya kemudian dibukukan dalam buku Suluk Sunan Bonang atau Primbon Sunan Bonang. Buku mi sekarang masih tersimpan di Universitas Leiden Belanda. Sunan Bonang wafat tahun 1525 dimakamkan di Tuban.


d. Sunan Drajat

                   Sunan Drajat adalah putra Raden Rahmat, berkedudukan di Drajat, dekat Sedayu. Nama kecilnya Raden Kosim atau Syarifudin. Disebut juga dengan Sunan Sedayu karena dimakamkan di daerah Sedayu. Menurut silsilah Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel dan istni kedua bernama Dewi Candrawati. Dalam musyawarah para Wali diputuskan, siapa yang mengganti Sunan Ampel untuk memimpin pesantren Ampel

               Denta. Dan pilihan jatuh pada Sunan Drajat. Ta terkenal dengan kepandaiannya membuat tembang Pangkur. Hal yang paling menonjol dalam dakwah adalah perhatiannya terhadap masalah sosial. Ta mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan berorientasi pada kegotong-royongafl. Sunan Drajat wafat pertengahan abad ke-16 dimakamkan di Sedayu, Gresik.


e. SunanGiri

            
Sunan Giri, murid Sunan Ampel, berkedudukan di Gin, dekat Gresik. Nama kecilnya Raden Paku disebut juga Prabu Satmata dan sering dijuluki Sultan Abdul Fakih. Ia putra Maulana Ishak yang ditugasi Sunan Ampel menyebarkan agama Islam di daerah Blambangan. Salah seorang saudaranya adalh Raden Abdul Kadir (Sunan Gunung Jati). Pendidikannya adalah tamatan pesantren di Pasai (Aceh). Ketika beranjak dewasa, Raden Paku belajar di Pesantren Ampel Denta. Berkenalan dengan Raden Maulana Makhdum Ibrahim. Keduanya bersahabatan hingga menunaikan ibadah haji ke Mekah.
Selama di pesantren Pasai, Raden Paku menimba ilmu ketuhanan, keimanan, dan tasawuf. Tingkat terakhir adalah ilmu
laduni sehingga gurunya menganugerahi gelar Am al-Yaqin dan masyarakat menyebutnya dengan Raden Ainul Yakin. Sunan Gin sangat benpengaruh terhadap jalannya roda-roda Kesultanan Demak Bintoro. Setiap keputusannya selalu disemjui oleh wali-wali lainnya. Sunan Gin wafat tahun 1600, dimakamkan di Bukti Gin, Gresik. 



f Sunan Muria 

            
Nama kecilnya Raden Pratowo sedangkan nama aslinya Raden Umar Said. Ta lebih dikenal dengan nama Sunan Muria karena kegiatan dakwahnya dilakukan di Gunung Muria (18 km sebelah Utara Kota Kudus). Sunan Muria dalam berdakwah memilih daerah pelosok terutama desa terpencil. Sistem dakwah yang disampaikan dengan memberi pendidikan singkat pada kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat pedesaan. Cara berdakwah selalu dengan menyisipkan tembang Sinom dan Kinanti yang bernafaskan Islam. Sunan Muria wafat abad ke-16 dimakamkan di Bukit Muria, Jepara. 


g. SunanKalijaga 

             
Nama aslinya Joko Said, anak Bupati Tuban Raden Thmengguflg Wilwatikta. Ibunya bernama Dewi Nawang Rum, berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak; ia menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya dan sangat anti kekerasan; ia adalah menantu Sunan Gunung Jati.
Nama kecilnya Raden Mas Syahid (said) dan sering dijuluki  Syekh Malaya. Nama Kalijaga berasal dan
Qadizaka (Arab), artinya memeluk agama Islam, seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten. Di Banten ia mendirikan kerajaan tahun 1525. Ketika kembali ke Cirebon, KesultananBanten diserahkan kepada putranya, Maulana Hasanuddin yang kemudian menurunkan raja-raja Banten. Di tangan raja-raja Banten inilah kerajaan Hindu Pajajaran dapat dikalahkan dan rakyatnya memeluk Islam. Bahkan, Syarif Hidayatullah menggerakkan penyerangan ke Sunda Kelapa. Penyerangan itu dipimpin Faletehan (Fatahillah), panglima angkatan perang Demak. Fatahillah kemudian menjadi menantu Syarif Hidayatullah. Syarif Hidayatullah wafat tahun 1570 dimakamkan di daerah Gunung Jati, desa Astana, Cirebon. Maka ia dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati.



 

j. Para Wali Lainnya

                Para wali memegang peranan yang besar dalam penyebaran Islamdi Jawa. Dengan kesabaran dan kearifan, agama Islam disampaikan kepada masyarakat hingga diterima dan cepat berkembang di Jawa. Di samping Wali Sanga, banyak wali lainnya ikut andil dalam pengembangan Islam di Jawa, meski sebagian dibunuh dan tidak diakui oleh Wali Sanga, seperti:


(1) Syekh Subakir;


(2) Sunan Bayat atau Tembayat;


(3) Sunan eseng;


(4) Syekh Mojoagung;


(5) Syekh Siti Jenar;


(6) Maulana Ishak dan Pasai,
Aceh, mengislamkafl rakyatBlambangan (Pasuruan dan sekitarnya) di Jawa Timur bagiantimur;


(7) Syekh Jangkung; pernah berniat mendirikan masjid tanpa izin dan oleh Sunan Kudus akan dihukum mati        namun diselamatkan oleh Sunan Kalijaga;


(8) Syekh Maulana; berasal dan Krasak-Malaflg, dekatKalinyamat, murid Sunan Gunung Jati; karena pernah
mempermalukan dalam perdebatan tentang ilmu mistik iadibunuh atas perintah Sunan Kudus.


INFO SEJARAH
Syekh San Jenar atau Syekh Lemah Abang, berasal dan Carebon yang terkenal dengan ajaran sufinya
yang revolusioner sehingga oleh penguasa Demak dan para Wali ia dihukum mati karena ajarannYa
dianggap membahayakan stabilitas politik dan sosial Jawa Tengah ketika itu. Cerita lisan
menyebutkan bahwa banyak pengikut Siti Jenar yang melakukan kerusuhan sosial dikarenakafl
mereka ingin segera meninggalkan alam dunia yang dianggapnya sebagai kehidupan neraka. Ajaran
Syekh Sin Jenar banyak kesamaan dengan ajaran Al-Hallaj karena konon Syekh yang kontroVersi
ml pernah belajar agama di Persia, tempat Al -Hallaj hidup. 








Dafatar pustaka    : Sejarah sekolah menengah atas dan madrasah aliyah program IPS jilid 2 kelas XI, penyusun Triyono Suwito. jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen pendidikan nasional,2009.
 

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) .



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran               : Fisika
Materi Pokok                 : Keseimbangan Benda Tegar
Kelas/ Program               : XI / IPA
Semester                         : 2 ( dua )
Waktu                            : 8 x 45 menit


1.     Standar Kompetensi  :
2.     Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah .
2.     Kompetensi Dasar  :
2.1. Memformulasikan hubungan antara konsep torsi, momentum sudut, dan momen inersia, berdasarkan Hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar .
3.     Indikator  :

1.      Memformulasikan pengaruh torsi pada sebuah benda dalam kaitannya dengan gerak rotasi benda tersebut
2.      Mengungkap analogi hukum II Newton tentang gerak translasi dan gerak rotasi
3.      Menggunakan konsep momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar
4.      Memformulasikan hukum kekekalan momentum sudut pada gerak rotasi
5.      Menerapkan  konsep titik berat benda dalam kehidupan sehari-hari


4.     Tujuan Pembelajaran  :
1.      Siswa dapat memformulasikan pengaruh torsi pada sebuah benda dalam kaitannya dengan gerak rotasi benda tersebut
2.      Siswa dapat mengungkap analogi hukum II Newton tentang gerak translasi dan gerak rotasi
3.      Siswa dapat menggunakan konsep momen inersia untuk berbagai bentuk benda tegar
4.      Siswa dapat memformulasikan hukum kekekalan momentum sudut pada gerak rotasi
5.      Siswa dapat menerapkan  konsep titik berat benda dalam kehidupan sehari-hari

5.      Materi Pembelajaran  :
Keseimbangan benda tegar dan titik berat
syarat keseimbangan partikel
keseimbangan sebuah titik yang mendapat pengaruh beberapa gaya
pengertian benda tegar
syarat sebuah benda  dalam keadaan seimbang
pengertian momen gaya , momen inersia , momen kopel
titik berat sebuah benda
Dinamika rotasi
pengertian keseimbangan translasi
pengertian keseimbangan rotasi
syarat sebuah benda  dalam keadaan seimbang rotasi dan translasi
keseimbangan sebuah benda tegar
jenis - jenis keseimbangan

6.      Metode Pembelajaran  :
1.         Diskusi informasi
2.         Penugasan
3.         Tes tertulis


7.      Langkah – langkah Pembelajaran  :
1.      Mendorong benda dengan posisi gaya yang berbeda-beda untuk medefinisikan gaya dan momen gaya melalui kegiatan demonstrasi kelas
2.      Merumuskan dan menerapkan keseimbangan benda titik dan benda tegar dengan menggunakan resultan gaya dan momen gaya dalam diskusi kelas
3.      Melakukan percobaan titik berat benda homogen dan keseimbangan secara berkelompok di kelas/ laboratorium
4.      Merumuskan dan menerapkan konsep momen inersia dan dinamika rotasi dalam diskusi pemecahan masalah di kelas
5.      Merumuskan dan menerapkan hukum kekekalan momentum sudut dalam diskusi pemecahan masalah di kelas

8.      Sumber / bahan / alat  :
Sumber: Buku Fisika yang relevan
Bahan: lembar kerja, hasil kerja siswa, bahan presentasi
Alat: kertas karton, neraca, statif, dan media presentasi

9.      Penilaian dan Tindak Lanjut :

1.  Tugas individu, tugas kelompok, tes lisan, tugas rumah, kuis, ulangan harian.
2.  Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
3.  Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
4.  Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

10. Sumber Bacaan  :
v  Yohanes Surya (1997), Olympiade Fisika, Jakarta : Galaxy.
v  Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v  Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.
v  Supono, dkk (1976). Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.


Karanganyar,

Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar



Alim Sukarno, S.Pd.                                                                         Santoso, S.Pd
NIP.                                                                                                    NIP. 500 132 898


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran               : Fisika
Materi Pokok                 : Fluida
Kelas/ Program               : XI / IPA
Semester                         : 2 ( dua )
Waktu                            : 8 x 45 menit


1.     Standar Kompetensi  :
2.     Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah .
2.     Kompetensi Dasar  :
2.2. Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statis dan dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari .
3.     Indikator  :

1.      Memformulasikan hukum dasar  fluida statik
2.      Menerapkan hukum dasar fluida statik pada masalah fisika sehari-hari
3.      Memformulasikan hukum dasar fluida dinamik
4.      Menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada masalah fisika sehari-hari


4.     Tujuan Pembelajaran  :
1.      Siswa dapat memformulasikan hukum dasar  fluida statik
2.      Siswa dapat menerapkan hukum dasar fluida statik pada masalah fisika sehari-hari
3.      Siswa dapat memformulasikan hukum dasar fluida dinamik
4.      Siswa dapat menerapkan hukum dasar fluida dinamik pada

5.      Materi Pembelajaran  :
Fluida static
·         Pengertian Hukum Archimides
·         Penerapan Hukum Archimides
·         Azas Bernoulli
·         Penerapan azas Bernoulli
Fluida dinamik
·         Fluida bergerak
·         Persamaan kontinuitas
6.      Metode Pembelajaran  :
4.         Diskusi informasi
5.         Penugasan
6.         Tes tertulis
9.      Langkah – langkah Pembelajaran  :
·               Menerapkan konsep tekanan hidrostatis, prinsip hukum Archimedes dan hukum Pascall melalui percobaan
·               Melakukan percobaan tentang tegangan permukaan, kapilaritas, dan gesekan fluida
·               Mendiskusikan penerapan kosep dan prisip fluida statis dalam pemecahan masalah
·               Membuat alat peraga atau demonstrasi penerapan hukum Archimedes dan/atau hukum Pascall secara berkelompok
·               Mendiskusikan karakteristik fluida ideal, asas kontinuitas, dan asas Bernoulli dan penerapannya secara klasikal dalam memecahkan masalah
·               Membuat alat peraga atau demonstrasi penerapan asas Bernoulli secara berkelompok

10.  Sumber / bahan / alat  :
Sumber: Buku Fisika yang relevan
Bahan: lembar kerja, hasil kerja siswa, bahan presentasi
Alat: hidrometer, gelas ukur, neraca,  media presentasi

9.      Penilaian dan Tindak Lanjut :

1.  Tugas individu, tugas kelompok, tes lisan, tugas rumah, kuis, ulangan harian.
2.  Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
3.  Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
4.  Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

10. Sumber Bacaan  :
v  Yohanes Surya (1997), Olympiade Fisika, Jakarta : Galaxy.
v  Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v  Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.
v  Supono, dkk (1976). Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.


Karanganyar,

Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar



Alim Sukarno, S.Pd.                                                                         Santoso, S.Pd
NIP.                                                                                                    NIP. 500 132 898



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran               : Fisika
Materi Pokok                 : Teori Kinetik Gas
Kelas/ Program               : XI / IPA
Semester                         : 2 ( dua )
Waktu                            : 8 x 45 menit


1.     Standar Kompetensi  :
3.   Menerapkan  konsep termodinamika dalam mesin kalor
2.     Kompetensi Dasar  :
3.1.   Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik .
3.     Indikator  :
1.      Mendeskripsikan persamaan umum gas ideal pada persoalan fisika sehari-hari.
2.      Menerapkan persamaan umum gas ideal pada proses isotermik, isokhorik, dan isobarik

4.     Tujuan Pembelajaran  :
1.      Siswa dapat mendeskripsikan persamaan umum gas ideal pada persoalan fisika sehari-hari.
2.      Siswa dapat menerapkan persamaan umum gas ideal pada proses isotermik, isokhorik, dan isobarik
5.      Materi Pembelajaran  :
Teori kinetik gas
·     Persamaan umum gas
Mole, molekul, massa molekul gas ideal,
m = M/NA
n = m/M
Persamaan gas ideal,
P.V/T = konstan
·   Tekanan dan energi kinetik gas
Hubungan antara tekanan gas dan energi kinetik partikel
P = 2/3 Ek ( N/V)
Hubungan antara suhu dan energi kinetik
Ek = 2/3 kT
Pengertian energi dalam gas ideal,
Pengertian derajat kebebasan,

6.      Metode Pembelajaran  :
1.      Diskusi informasi
2.      Penugasan
3.      Tes tertulis
7.      Langkah – langkah Pembelajaran  :
·         Merumuskan hubungan antara tekanan, volume, suhu, kecepatan, dan energi kinetik dalam diskusi kelas
·         Menerapkan konsep tekanan, volume, suhu, kecepatan, dan energi kinetik dalam diskusi pemecahan masalah

8.      Sumber / bahan / alat  :
Sumber: Buku Fisika yang relevan
Bahan: lembar kerja, hasil kerja siswa, bahan presentasi
Alat: hidrometer, gelas ukur, neraca,  media presentasi

9.      Penilaian dan Tindak Lanjut :

1.  Tugas individu, tugas kelompok, tes lisan, tugas rumah, kuis, ulangan harian.
2.  Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
3.  Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
4.  Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

10. Sumber Bacaan  :
v  Yohanes Surya (1997), Olympiade Fisika, Jakarta : Galaxy.
v  Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v  Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.
v  Supono, dkk (1976). Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.



Karanganyar,

Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar



Alim Sukarno, S.Pd.                                                                         Santoso, S.Pd
NIP.                                                                                                    NIP. 500 132 898







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran               : Fisika
Materi Pokok                 : Termodinamika
Kelas/ Program               : XI / IPA
Semester                         : 2 ( dua )
Waktu                            : 8 x 45 menit



1.     Standar Kompetensi  :
3.   Menerapkan  konsep termodinamika dalam mesin kalor
2.     Kompetensi Dasar  :
3.2.   Menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hukum Termodinamika .
3.     Indikator  :
1.      Mendeskripsikan usaha, kalor, dan energi dalam berdasarkan hukum utama termodinamika
2.      Menganalisis proses gas ideal berdasarkan grafik tekanan-volume (P-V)
3.      Mendeskripsikan prinsip kerja mesin Carnot

4.     Tujuan Pembelajaran  :
1.      Siswa dapat mendeskripsikan usaha, kalor, dan energi dalam berdasarkan hukum utama termodinamika
2.      Siswa dapat menganalisis proses gas ideal berdasarkan grafik tekanan-volume (P-V)
3.      Siswa dapat mendeskripsikan prinsip kerja mesin Carnot

5.      Materi Pembelajaran  :
Termodinamika
·         Hukum utama termodinamika
·         Mesin Carnot

6.      Metode Pembelajaran  :
4.      Diskusi informasi
5.      Penugasan
6.      Tes tertulis

7.      Langkah – langkah Pembelajaran  :
·         Menghitung usaha, kalor, dan/atau energi dalam dengan menggunakan prinsip hukum utama termodinamika dalam diskusi kelas
·         Menganalisis karakteristik proses isobarik, isokhorik, isotermik, dan adiabatik dalam diskusi kelas
·         Menghitung efisiensi mesin kalor dan koefiseien performans mesin pendingin Carnot dalam diskusi pemecahan masalah

8.      Sumber / bahan / alat  :
Sumber: Buku Fisika yang relevan
Bahan: lembar kerja, hasil kerja siswa, bahan presentasi
Alat: hidrometer, gelas ukur, neraca,  media presentasi

9.      Penilaian dan Tindak Lanjut :

1.  Tugas individu, tugas kelompok, tes lisan, tugas rumah, kuis, ulangan harian.
2.  Siswa dikatakan berhasil jika tingkat pencapaiannya 75 % atau lebih
3.  Memberi program remidi untuk siswa yang tingkat pencapaiannya kurang dari 75 %
4.  Memberi program pengayaan untuk siswa yang tingkat pencapaiannya di atas 75 %

10. Sumber Bacaan  :
v  Yohanes Surya (1997), Olympiade Fisika, Jakarta : Galaxy.
v  Bob Foster (1999), Fisika Jilid I, Jakarta : Erlangga.
v  Marthen Kanginan, Fisika I. Jakarta : Erlangga.
v  Supono, dkk (1976). Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.




Karanganyar,

Mengetahui,                                                                                        Guru Mata Pelajaran
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar



Alim Sukarno, S.Pd.                                                                         Santoso, S.Pd
NIP.                                                                                                    NIP. 500 132 898










Labels